Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2020
Bulan Sabit di Wajah Risau Hanasamali Aku adalah sebuah kerisauan yang menuruni tiap lembah dan perbukitan pertanyaan. Malah aku juga adalah sekujur rasa rindu yang telah membeku, gelap diselaputi masa lalu. Biarkan mentari dari tangan tangan doa ku menyambut lahir mu kembali, dalam hidup dan cara yang baru. Setelah parah kau diremas belati duga, mungkin takdirmu dan mungkin takdirku kerna itu aku mengenalmu. Semalam pagi, rindu ku terbangun setelah lama tidurnya dalam rangkulan doa doa. Khabarmu menyapa walau dalam bersederhana. Bulan sabit menghiasi wajah kerisauan ku. Dan aku bersyukur.
Bintang Unggu 20180326 Hanasamali Andai serpih hatimu masih lagi belum berhenti mengalirkan harapan, pulanglah... dimana tempat kita pernah berdiri, mengait perca perca cerita, mengharung lekuk duka dan air mata, menginjak temaram tempat kita melepaskan lelah...aku menunggu... Bagaimana jika esok aku tak sampai padamu? Lirih pertanyaan itu meracuniku. Katakanlah terang itu takkan bisa membawa aku ketempat mu, ia takkan pernah bisa selagi engkau tidak membukakan jalannya. Diam mu terlalu menghukum ku, marah mu terlalu berlebih. Langitku kelam, walau seribu purnama tetap tidak dapat menjadi diannya. Kau hilang, hilang dalam amarah. Kau diam, berlari menjauh tak ingin menentang. Apa kau fikir dengan berlari kau dapat meninggalkan memori? Tentang aku, dia dan kita? Sinarkan megamu kembali. Tetaplah dengan rasa kita, walau salah terbitnya. Satu masa akan kita lihat, ianya terbit ditempatnya Hukuman mu terlalu menjerat, hingga nafas ku sesak dan hampir sakarat. Bintang unggu, ku lihat kau te...
AKU INGIN KEMBALI H. Estonia 20171103 Aku ingin kembali.... Sebuah teriakan dari sudut hati yang merapuh, dalam diam derap itu mengingatkan ku, tentang kelmarin yang sayu... Kau bersahaja mengulam rindu yang tiada berjeda, mencanting tiap warna dari gumpalan merah, jantungku... Mungkin temaram yang datang singgah akan membawa mu pergi, jauh dari aku dan harus satu hari lagi, untuk aku menanti. Untuk menemui mu lagi, walau itu sekadar harapan yang terpinggir. Katakan..... Bisakah aku kembali? Pada waktu di mana aku mengenali kamu..???
Takut H. Estonia 20171003 Diruang kosong, diberanda kenangan. Mengeja tiap satu yang telah pergi, cuba menggapai namun bak bayang yang sekadar untuk dipandang. Kau adalah sebuah ketakutan ku, kerna aku takut kehilanganmu. Saat pagi yang membentang tanpa ada lagi sabda darimu, manakala senja yang melamar tanpa ada lagi ucapan malam darimu. Diluar hujan masih lagi menagih pedih, dan lorong lorong telah basah dengan air mata. Ku lamar tiap rintiknya dengan sebuah kenyataan, bahawa pergimu adalah nyata, dan kehilanganmu adalah sebuah ketakutan ku... Kerna aku...
Sejuta Masa Lalu H. Estonia 20170915 Salahkah aku, bila masih lagi mencuri tahu tentangmu.. Bila hati masih belum mahu mengusir satu nama yang ku panggil rindu. Andai saja mimpi boleh di beli.. Akan ku ciptakan sebuah mimpi di mana kau dan aku tidak pernah mengenali. Kerna kini tanpa kamu aku sakit. Selayaknya malam yang gelap tanpa purnama. Akan aku pejamkan seluruh harap yang sering menjeling cemburu. Aku bagaikan sebutir embun tanpa dicium oleh hangat suria. Aku tahu, aku bukanlah bintang yang bisa bersanding disisi purnama, tapi sekadar langit yang meminjamkan tempat untuk bersandar. Di sana ku dakap dikau dengan rangkulan doa, moga terang dan damaimu di sana, walau tanpa aku, penghibur kecil mu satu tika dulu. Ku rindukan sejuta masa yang lalu.
Sebuah kepedulian H. Estonia 20170908 Di bangku kecil, dimeja sudut. Aku menyelak kembali helaian helaian kenangan yang telah tercatat di tiap lembaran yang semakin menguning, seusia perkenalan kita. Secangkir kopi yang membawa harum mu ku hirup. Aku puas walau hati sering berlagu galau. Bagaimana khabar mu? Masih kah kau di situ? di daerah yang kau saja mengerti... Kau tahu, tiap hari dari keterjagaan ku adalah perkiraan aku untuk mengetahui khabarmu, biar sekadar di balik muka buku itu. Cukup ku raba tiap huruf yang bersambung menjadi namamu, itulah yang bisa mengukir senyum dibibir senja ku. Mungkin, kepedulian ku bukanlah kepentingan padamu, kepedulian ku bukanlah beharga padamu untuk mencuri sebuah perhatian, tapi ia cukup untuk membahagiakan ku, malah bisa juga melukakan ku. Dan... Kau takkan pernah tahu, bila setiap kali pagi menjagakan ku, adalah hari untuk ku tanyakan khabar mu. Cukup sekadar ku tanyakan pada Dia, bila kau tak pernah menjawab pertanyaan ku. Bila kau tidak pern...
Rasaku H. Estonia 20170818 Kau tahu, terlalu banyak surat surat untuk mu aku tulis, tapi tidak ku hantar padamu. Dan kau tahu itu, tentu saja kau tahu. Dari jendela kecil, aku terus mencuri ingat tentang mu. Saat tangan kita bertaut dengan satu janji. Diluar kelam, dan aku terus menghitung waktu yang berbeza empat antara aku dan engkau. Kau tahu rutin ku kerna aku pernah ceritakan padamu dulu. Kau tahu, petang ku tidak lagi seindah petang saat kau dengan ku, kau tahu dulu pagi ku dengan mu, kini pagi ku mencari tahu tentang mu. Tidak ada lagi perkhabaran tentangmu, saat angin sudah tidak mahu lagi mencium pipiku, tidak ada lagi jejak tentangmu, bila ombak sudah tidak mahu lagi beristirehat didada pantai. Rasaku tertinggal pada kaki awan, sampai satu tempat ia menitiskan hujan, tidak ada sesiapa yang tahu, begitu juga engkau
Silence H. Estonia 20170802 Menggigil, tubuh yang sedang sakarat Merungkai diam mu, dengan tangan terkatup harap dan doa Lagu itu bukan lagi milik kita, Kini yang tinggal hanyalah secebis lirik lirik sunyi, dengan kecapi yang telah berdebu usang Kicau burung di luar jendela, dengan seruling pawana bisa saja mengingatkan ku tentang kita, tentang musim bunga lalu. Masih kah kau berdiri disana, menggenggam ikarar mu, menghunus pedang hukum mu... Terlalu tinggi kau julang ego mu, terlalu dalam kau tanam dendam mu... Sehingga tangisku kau diamkan sepi, kau biarkan kering tanpa kau mahu berpaling.
Bila rindu itu bukan lagi milikku H. Estonia 20170726 Kisahku tergantung pada puing puing senja, tercarik dan cebisannya berjatuhan bagaikan debu pada musim semu. Ada yang tertinggal pada petang yang berjinggakan harap. Temaram mungkin takkan menyampaikan doa doa ku lagi, selayaknya camar yang gagal untuk terbang kerna terluka. Pada petang yang merentangkan sebuah sabda, ku rakamkan sebuah tangis yang tertitis, pada sisa sisa sajak tentang sebuah perjalanan yang tertunda. Kau mungkin takkan pernah tahu, ku bangkitkan semalam dengan mimpi yang cuba aku dakap, mengulang kembali detik detik saat langit menyimpulkan senyum ketika aku mengenalmu. Mungkin kau telah padamkan ungun ungun harap yang kini berjelaga dalam hatimu, tapi jangan pernah kau terlupakan, pada ku masih lagi tersisa lahar panas nya dan takkan pernah ku padam dalam tadahan doa ku. Aku disini, masih menapaki sunyi... Dalam tanya yang tergantung sepi.
SEKEPING SUNYI                                                                                                    H.Estonia 20170611 Kelak sunyi ini yang akan menemanimu, ketika mimpi tidak mahu merangkul pembaringanmu. Tetaplah kau disini, jangan tergugah dengan sekeping sunyi. Dan jangan pernah bertanya kenapa dan mengapa aku pergi. Kerna mimpi sudah tidak mahu bercerita dengan ku lagi, tentang hari esok dan segala imaji.
BINTANG TIMUR H.Eestonia 20170610 Telah ku hadiahkan sepasang malam untukmu, menghangatkan kedinginan yang menjerut tiap urat darah. Semoga saja tidur mu aman dari tergugat resah yang sering menjalar di ruang hati... Selayaknya kau kuhantar damai dengan sepasang tangan tangan doa ku yang terus ku tadah dalam munajat permohonan ku padaNya. Kerna kau adalah bintang timur yang menyinari kegelapan daratan ku.