Skip to main content


Sebuah kepedulian
H. Estonia
20170908

Di bangku kecil, dimeja sudut. Aku menyelak kembali helaian helaian kenangan yang telah tercatat di tiap lembaran yang semakin menguning, seusia perkenalan kita. Secangkir kopi yang membawa harum mu ku hirup. Aku puas walau hati sering berlagu galau.

Bagaimana khabar mu? Masih kah kau di situ? di daerah yang kau saja mengerti... Kau tahu, tiap hari dari keterjagaan ku adalah perkiraan aku untuk mengetahui khabarmu, biar sekadar di balik muka buku itu. Cukup ku raba tiap huruf yang bersambung menjadi namamu, itulah yang bisa mengukir senyum dibibir senja ku.

Mungkin, kepedulian ku bukanlah kepentingan padamu, kepedulian ku bukanlah beharga padamu untuk mencuri sebuah perhatian, tapi ia cukup untuk membahagiakan ku, malah bisa juga melukakan ku.

Dan... Kau takkan pernah tahu, bila setiap kali pagi menjagakan ku, adalah hari untuk ku tanyakan khabar mu. Cukup sekadar ku tanyakan pada Dia, bila kau tak pernah menjawab pertanyaan ku. Bila kau tidak pernah mengendahkan kepedulian ku...Bila kau terus diam dan menjauh...

Dan aku tahu,
Aku adalah sebuah kepedulian yang tidak pernah kau sambut.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

  Puisi   Puisi adalah pesta tempat merayakan segala perasaan juga rumah tempat pulangnya segala kenangan   Puisi adalah pustaka tempat menyimpan segala cerita tentang sesorang yang jauh dan hati yang rusuh   dari carik puisi kau kan mengenali erti sebuah perjuangan sejati dari selembar puisi kau kan memahami dunia tak seindah mimpi   Puisi adalah liku-liku kehidupan seorang pujangga dan kata kata puisi adalah awal dari aksara mengajar kau menjadi manusia   pada Puisi kau kan temui cerita pada Puisi ada sejarah ditempa Puisi adalah kalam pujangga yang dinantikan dipesta perasaan dan dikenang dalam majlis perpisahan. 20240503 @welly 🦉 
Takut H. Estonia 20171003 Diruang kosong, diberanda kenangan. Mengeja tiap satu yang telah pergi, cuba menggapai namun bak bayang yang sekadar untuk dipandang. Kau adalah sebuah ketakutan ku, kerna aku takut kehilanganmu. Saat pagi yang membentang tanpa ada lagi sabda darimu, manakala senja yang melamar tanpa ada lagi ucapan malam darimu. Diluar hujan masih lagi menagih pedih, dan lorong lorong telah basah dengan air mata. Ku lamar tiap rintiknya dengan sebuah kenyataan, bahawa pergimu adalah nyata, dan kehilanganmu adalah sebuah ketakutan ku... Kerna aku...
Sejuta Masa Lalu H. Estonia 20170915 Salahkah aku, bila masih lagi mencuri tahu tentangmu.. Bila hati masih belum mahu mengusir satu nama yang ku panggil rindu. Andai saja mimpi boleh di beli.. Akan ku ciptakan sebuah mimpi di mana kau dan aku tidak pernah mengenali. Kerna kini tanpa kamu aku sakit. Selayaknya malam yang gelap tanpa purnama. Akan aku pejamkan seluruh harap yang sering menjeling cemburu. Aku bagaikan sebutir embun tanpa dicium oleh hangat suria. Aku tahu, aku bukanlah bintang yang bisa bersanding disisi purnama, tapi sekadar langit yang meminjamkan tempat untuk bersandar. Di sana ku dakap dikau dengan rangkulan doa, moga terang dan damaimu di sana, walau tanpa aku, penghibur kecil mu satu tika dulu. Ku rindukan sejuta masa yang lalu.