Bulan Sabit di Wajah Risau
Hanasamali
Aku adalah sebuah kerisauan yang menuruni tiap lembah dan perbukitan pertanyaan. Malah aku juga adalah sekujur rasa rindu yang telah membeku, gelap diselaputi masa lalu.
Biarkan mentari dari tangan tangan doa ku menyambut lahir mu kembali, dalam hidup dan cara yang baru. Setelah parah kau diremas belati duga, mungkin takdirmu dan mungkin takdirku kerna itu aku mengenalmu.
Semalam pagi, rindu ku terbangun setelah lama tidurnya dalam rangkulan doa doa. Khabarmu menyapa walau dalam bersederhana. Bulan sabit menghiasi wajah kerisauan ku. Dan aku bersyukur.
Hanasamali
Aku adalah sebuah kerisauan yang menuruni tiap lembah dan perbukitan pertanyaan. Malah aku juga adalah sekujur rasa rindu yang telah membeku, gelap diselaputi masa lalu.
Biarkan mentari dari tangan tangan doa ku menyambut lahir mu kembali, dalam hidup dan cara yang baru. Setelah parah kau diremas belati duga, mungkin takdirmu dan mungkin takdirku kerna itu aku mengenalmu.
Semalam pagi, rindu ku terbangun setelah lama tidurnya dalam rangkulan doa doa. Khabarmu menyapa walau dalam bersederhana. Bulan sabit menghiasi wajah kerisauan ku. Dan aku bersyukur.

Comments
Post a Comment