Skip to main content


Bintang Unggu
20180326
Hanasamali

Andai serpih hatimu masih lagi belum berhenti mengalirkan harapan, pulanglah... dimana tempat kita pernah berdiri, mengait perca perca cerita, mengharung lekuk duka dan air mata, menginjak temaram tempat kita melepaskan lelah...aku menunggu...

Bagaimana jika esok aku tak sampai padamu? Lirih pertanyaan itu meracuniku. Katakanlah terang itu takkan bisa membawa aku ketempat mu, ia takkan pernah bisa selagi engkau tidak membukakan jalannya.

Diam mu terlalu menghukum ku, marah mu terlalu berlebih. Langitku kelam, walau seribu purnama tetap tidak dapat menjadi diannya. Kau hilang, hilang dalam amarah. Kau diam, berlari menjauh tak ingin menentang. Apa kau fikir dengan berlari kau dapat meninggalkan memori? Tentang aku, dia dan kita?

Sinarkan megamu kembali. Tetaplah dengan rasa kita, walau salah terbitnya. Satu masa akan kita lihat, ianya terbit ditempatnya

Hukuman mu terlalu menjerat, hingga nafas ku sesak dan hampir sakarat.

Bintang unggu, ku lihat kau terlalu sempurna, namun untuk aku gapai adalah sebuah kebarangkalian... Kau jauh, sembunyikan lara. Aku disini berbalut luka.

Comments

Popular posts from this blog

  Puisi   Puisi adalah pesta tempat merayakan segala perasaan juga rumah tempat pulangnya segala kenangan   Puisi adalah pustaka tempat menyimpan segala cerita tentang sesorang yang jauh dan hati yang rusuh   dari carik puisi kau kan mengenali erti sebuah perjuangan sejati dari selembar puisi kau kan memahami dunia tak seindah mimpi   Puisi adalah liku-liku kehidupan seorang pujangga dan kata kata puisi adalah awal dari aksara mengajar kau menjadi manusia   pada Puisi kau kan temui cerita pada Puisi ada sejarah ditempa Puisi adalah kalam pujangga yang dinantikan dipesta perasaan dan dikenang dalam majlis perpisahan. 20240503 @welly 🦉 
Takut H. Estonia 20171003 Diruang kosong, diberanda kenangan. Mengeja tiap satu yang telah pergi, cuba menggapai namun bak bayang yang sekadar untuk dipandang. Kau adalah sebuah ketakutan ku, kerna aku takut kehilanganmu. Saat pagi yang membentang tanpa ada lagi sabda darimu, manakala senja yang melamar tanpa ada lagi ucapan malam darimu. Diluar hujan masih lagi menagih pedih, dan lorong lorong telah basah dengan air mata. Ku lamar tiap rintiknya dengan sebuah kenyataan, bahawa pergimu adalah nyata, dan kehilanganmu adalah sebuah ketakutan ku... Kerna aku...
Sejuta Masa Lalu H. Estonia 20170915 Salahkah aku, bila masih lagi mencuri tahu tentangmu.. Bila hati masih belum mahu mengusir satu nama yang ku panggil rindu. Andai saja mimpi boleh di beli.. Akan ku ciptakan sebuah mimpi di mana kau dan aku tidak pernah mengenali. Kerna kini tanpa kamu aku sakit. Selayaknya malam yang gelap tanpa purnama. Akan aku pejamkan seluruh harap yang sering menjeling cemburu. Aku bagaikan sebutir embun tanpa dicium oleh hangat suria. Aku tahu, aku bukanlah bintang yang bisa bersanding disisi purnama, tapi sekadar langit yang meminjamkan tempat untuk bersandar. Di sana ku dakap dikau dengan rangkulan doa, moga terang dan damaimu di sana, walau tanpa aku, penghibur kecil mu satu tika dulu. Ku rindukan sejuta masa yang lalu.