Silence
H. Estonia
20170802
Menggigil, tubuh yang sedang sakarat
Merungkai diam mu, dengan tangan terkatup harap dan doa
Lagu itu bukan lagi milik kita,
Kini yang tinggal hanyalah secebis lirik lirik sunyi, dengan kecapi yang telah berdebu usang
Kicau burung di luar jendela, dengan seruling pawana bisa saja mengingatkan ku tentang kita, tentang musim bunga lalu.
Masih kah kau berdiri disana, menggenggam ikarar mu, menghunus pedang hukum mu...
Terlalu tinggi kau julang ego mu, terlalu dalam kau tanam dendam mu...
Sehingga tangisku kau diamkan sepi, kau biarkan kering tanpa kau mahu berpaling.
H. Estonia
20170802
Menggigil, tubuh yang sedang sakarat
Merungkai diam mu, dengan tangan terkatup harap dan doa
Lagu itu bukan lagi milik kita,
Kini yang tinggal hanyalah secebis lirik lirik sunyi, dengan kecapi yang telah berdebu usang
Kicau burung di luar jendela, dengan seruling pawana bisa saja mengingatkan ku tentang kita, tentang musim bunga lalu.
Masih kah kau berdiri disana, menggenggam ikarar mu, menghunus pedang hukum mu...
Terlalu tinggi kau julang ego mu, terlalu dalam kau tanam dendam mu...
Sehingga tangisku kau diamkan sepi, kau biarkan kering tanpa kau mahu berpaling.

Comments
Post a Comment