Skip to main content

Posts

  Puisi   Puisi adalah pesta tempat merayakan segala perasaan juga rumah tempat pulangnya segala kenangan   Puisi adalah pustaka tempat menyimpan segala cerita tentang sesorang yang jauh dan hati yang rusuh   dari carik puisi kau kan mengenali erti sebuah perjuangan sejati dari selembar puisi kau kan memahami dunia tak seindah mimpi   Puisi adalah liku-liku kehidupan seorang pujangga dan kata kata puisi adalah awal dari aksara mengajar kau menjadi manusia   pada Puisi kau kan temui cerita pada Puisi ada sejarah ditempa Puisi adalah kalam pujangga yang dinantikan dipesta perasaan dan dikenang dalam majlis perpisahan. 20240503 @welly 🦉 
Recent posts
    Aku mengerti, yang ku dekap ini cuma sekadar memori. Kelak apa mungkin kan ku lupakan atau ia akan tetap menjadi setapak yang tetap aku jejaki lagi. Selayaknya waktu yang tidak pernah berpasangan, walau dalam puisi kau kusentuh namun tetap tak ku miliki. Sebentar…. Aku masih belum ingin pulang. Apa lagi melepaskan hal hal tentangmu. Hingga detak angka didinding entah yang ke berapa kali ia memutarkan waktu, hingga setiap sabda menjadi puisi yang megisyaratkan rindu. Andaikata malam ini, adalah jaga ku yang terakhir, aku ingin tentangmu menjadi mimpi yang menghantarkan pergiku. Kerna tidak ada kata “kita” disini. mungkin Tuhan sedang menguji, mungkin juga Dia sedang mengatur pertemuan ke dua untuk kita disana. 20240503 @welly 🦉 

Tentangmu

  Tentangmu, bagaimana bisa mampu ku lupakan jika senja yang sering ku tatap adalah tempat kau menetap dalam kepala juga perasaan cuma kamu.. dan tetap kamu 20240216 @welly 🦉
Selamat Malam Kennagan. Selamat malam kau yang bernama kenangan. Puaskah kau melihat aku yang terdampar luka memeluk kepingan semalam. Berbantalkan harapan yang tak pernah empuk dikepala. Dan malam padaku bukanlah tempat untukku petik bunga-bunga tidur, malam adalah sejadah buatku membentangkan doa untukmu yang hilang. Selamat malam duhai kau yang tak pernah padam diingatan, selalu terang bagai dian. Tetap bersemadi di jantung puisi. Hingga waktupun takkan pernah bisa membawamu pergi dariku. Walau yang bersamaku kini cuma sekeping gambarmu dan seikat kenangan. Selamat malam duhai kau yang ku cinta. Malam ini aku berselimut derita. Menyulam ingatan pada bintang dan purnama. Melukis senyummu yang lamatlamat menghilang dibalik gelita. Andai esok, bukanlah cerita untukku lagi, izinkan aku membawa pergi segala tentangmu. Segala tentangmu. Hanasamali Shah Alam. 20201219
  _________________ Katamu dunia adalah papan pemotong, pisaunya adalah waktu. sedang kita adalah hal-hal yang siap untuk dipotong oleh waktu. Lalu aku bertanya, jika pisau adalah waktu..siapa pula yang memegang pisau itu? Lantas kau bilang, Takdir. Jadi, kita ini cumalah hal-hal yang akan melalui waktu. Harusnya siap dalam menghadapi waktu. Kita tidak akan bisa mengelakkan waktu. Kita harus siap terluka kerana waktu. Hanasamali Shah Alam, 20201219
Unggun Kenangan. ----------------- Malam ini, aksaru terhempas ke jurang rindu yang teramat dalam.  Sedang hujan tidak bisa memadamkan unggun kenangan yang membuat aku menjadi arang. Tuan, rindumu api yang membakar tubuh renta ini. Hanasamali Shah Alam, 202012220
Bulan Sabit di Wajah Risau Hanasamali Aku adalah sebuah kerisauan yang menuruni tiap lembah dan perbukitan pertanyaan. Malah aku juga adalah sekujur rasa rindu yang telah membeku, gelap diselaputi masa lalu. Biarkan mentari dari tangan tangan doa ku menyambut lahir mu kembali, dalam hidup dan cara yang baru. Setelah parah kau diremas belati duga, mungkin takdirmu dan mungkin takdirku kerna itu aku mengenalmu. Semalam pagi, rindu ku terbangun setelah lama tidurnya dalam rangkulan doa doa. Khabarmu menyapa walau dalam bersederhana. Bulan sabit menghiasi wajah kerisauan ku. Dan aku bersyukur.