Skip to main content

 

 

Aku mengerti, yang ku dekap ini cuma sekadar memori. Kelak apa mungkin kan ku lupakan atau ia akan tetap menjadi setapak yang tetap aku jejaki lagi. Selayaknya waktu yang tidak pernah berpasangan, walau dalam puisi kau kusentuh namun tetap tak ku miliki.

Sebentar…. Aku masih belum ingin pulang. Apa lagi melepaskan hal hal tentangmu. Hingga detak angka didinding entah yang ke berapa kali ia memutarkan waktu, hingga setiap sabda menjadi puisi yang megisyaratkan rindu.

Andaikata malam ini, adalah jaga ku yang terakhir, aku ingin tentangmu menjadi mimpi yang menghantarkan pergiku. Kerna tidak ada kata “kita” disini. mungkin Tuhan sedang menguji, mungkin juga Dia sedang mengatur pertemuan ke dua untuk kita disana.


20240503

@welly 🦉 

Comments

Popular posts from this blog

  Puisi   Puisi adalah pesta tempat merayakan segala perasaan juga rumah tempat pulangnya segala kenangan   Puisi adalah pustaka tempat menyimpan segala cerita tentang sesorang yang jauh dan hati yang rusuh   dari carik puisi kau kan mengenali erti sebuah perjuangan sejati dari selembar puisi kau kan memahami dunia tak seindah mimpi   Puisi adalah liku-liku kehidupan seorang pujangga dan kata kata puisi adalah awal dari aksara mengajar kau menjadi manusia   pada Puisi kau kan temui cerita pada Puisi ada sejarah ditempa Puisi adalah kalam pujangga yang dinantikan dipesta perasaan dan dikenang dalam majlis perpisahan. 20240503 @welly 🦉 
Takut H. Estonia 20171003 Diruang kosong, diberanda kenangan. Mengeja tiap satu yang telah pergi, cuba menggapai namun bak bayang yang sekadar untuk dipandang. Kau adalah sebuah ketakutan ku, kerna aku takut kehilanganmu. Saat pagi yang membentang tanpa ada lagi sabda darimu, manakala senja yang melamar tanpa ada lagi ucapan malam darimu. Diluar hujan masih lagi menagih pedih, dan lorong lorong telah basah dengan air mata. Ku lamar tiap rintiknya dengan sebuah kenyataan, bahawa pergimu adalah nyata, dan kehilanganmu adalah sebuah ketakutan ku... Kerna aku...
Sejuta Masa Lalu H. Estonia 20170915 Salahkah aku, bila masih lagi mencuri tahu tentangmu.. Bila hati masih belum mahu mengusir satu nama yang ku panggil rindu. Andai saja mimpi boleh di beli.. Akan ku ciptakan sebuah mimpi di mana kau dan aku tidak pernah mengenali. Kerna kini tanpa kamu aku sakit. Selayaknya malam yang gelap tanpa purnama. Akan aku pejamkan seluruh harap yang sering menjeling cemburu. Aku bagaikan sebutir embun tanpa dicium oleh hangat suria. Aku tahu, aku bukanlah bintang yang bisa bersanding disisi purnama, tapi sekadar langit yang meminjamkan tempat untuk bersandar. Di sana ku dakap dikau dengan rangkulan doa, moga terang dan damaimu di sana, walau tanpa aku, penghibur kecil mu satu tika dulu. Ku rindukan sejuta masa yang lalu.