Aku mengerti, yang ku dekap ini cuma sekadar memori. Kelak apa
mungkin kan ku lupakan atau ia akan tetap menjadi setapak yang tetap aku jejaki
lagi. Selayaknya waktu yang tidak pernah berpasangan, walau dalam puisi kau
kusentuh namun tetap tak ku miliki.
Sebentar…. Aku masih belum ingin pulang. Apa lagi melepaskan hal hal tentangmu. Hingga detak angka didinding entah yang ke berapa kali ia
memutarkan waktu, hingga setiap sabda menjadi puisi yang megisyaratkan rindu.
Andaikata malam ini, adalah jaga ku yang terakhir, aku ingin
tentangmu menjadi mimpi yang menghantarkan pergiku. Kerna tidak ada kata “kita”
disini. mungkin Tuhan sedang menguji, mungkin juga Dia sedang mengatur
pertemuan ke dua untuk kita disana.
20240503
@welly 🦉

Comments
Post a Comment